<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just Another Little Notes</title>
	<atom:link href="http://kangdani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kangdani.wordpress.com</link>
	<description>Just When No Words Can’t Hide</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 May 2010 07:28:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kangdani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d4b239f5af5580d836ad29138641a953?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Just Another Little Notes</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kangdani.wordpress.com/osd.xml" title="Just Another Little Notes" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kangdani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Indie Publishing</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2010/05/26/indie-publishing/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2010/05/26/indie-publishing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 07:28:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Indie Publishing.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=34&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jasapenerbitan.com/">Indie Publishing</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=34&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2010/05/26/indie-publishing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Bulan Kemudian</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2010/03/11/3-bulan-kemudian/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2010/03/11/3-bulan-kemudian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 19:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/2010/03/11/3-bulan-kemudian/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 6 Maret kemarin, menggenapkan 3 bulan usia Irhamna. Bayi ke-2 kami yang belianya sudah sedemikian warna-warni. Tak pernah menyangka flu ringan bisa menjadi sedemikian hebat untuknya. 13 hari yang mendung, di langit dan di hati kami. Adrenalin hidup kami yang teramat, mungkin saat itu. Semoga tak lagi ada. Lepas sudah slang penopang hidup dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=33&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 6 Maret kemarin, menggenapkan 3 bulan usia Irhamna. Bayi ke-2 kami yang belianya sudah sedemikian warna-warni. Tak pernah menyangka flu ringan bisa menjadi sedemikian hebat untuknya. 13 hari yang mendung, di langit dan di hati kami. Adrenalin hidup kami yang teramat, mungkin saat itu. Semoga tak lagi ada.<br />
<span id="more-33"></span><br />
Lepas sudah slang penopang hidup dari tubuh mungilnya, oksigen tak lagi bertabung, langsung dihirupnya seketika lepas dari daun yang memasak. Asi tak lagi mengalir lewat slang kecil tak nyaman di kerongkongannya, tapi dari ranum bunda yang senatiasa ada.</p>
<p>13 hari yang menyesakkan. Seakan kami lah orang yang paling merana di dunia ini. Malu nian ketika menyadari ternyata masih banyak yang lebih menderita dari kami di luar sana. Tapi saat itu, menyaksikan Irhamna sesak menyesap udara di pangkuan Endah, adalah pemandangan paling memilukan yang pernah saya lihat dan tak pernah ingin saya lihat kembali.</p>
<p>Tiga hari pertama menjadi orang tua pasien adalah saat-saat terberat bagi kami. Belum lagi memikirkan biaya, kami harus menerima tekanan &#8211;yang mereka sebut motivasi&#8211; pihak RS untuk segera memindahkan Irhamna ke RS lain yang fasilitas NICU nya tersedia. Bayangan terburuk &#8211;yang seharusnya tak perlu&#8211; menambah berat beban kami. Sungguh, mahluk terkutuk itu senantiasa meniupkan was-was dalam setiap langkah kami. Beruntung, begitu banyak sahabat yang menjadi energi melewati saat-saat itu. Pesan-pesan singkat tak putus yang membantu kami tetap tegar menghadapinya.</p>
<p>Belum sepenuhnya percaya jika bayi seusianya mendapatkan tindakan medis yang begitu &#8220;mengerikan&#8221;. Kedua lengan, dan kakinya menerima suntikan jarum tak kurang dari 20 kali selama 13 hari. Sebagian besar untuk pengambilan sample darah, dan sebagian lagi untuk infus. Bohong jika saya katakan saya bisa merasakan apa yang dirasakan Irhamna, secara harfiah saya belum pernah sekalipun diinfus dan diambil sample darah. Semoga tak pernah. Salah seorang sahabat di FB mengatakan bahwa sebenarnya Irhmana tidak merasakan sakit atas semua tindakan itu. Pun ia menangis adalah insting seorang bayi, selebihnya adalah sugesti orang-orang terdekatnyalah yang menyimpulkan bahwa Irhamna menderita. Semoga saja benar adanya. Cukup kami saja yang merasakan perihnya.</p>
<p>Tiga hari berikutnya, kami merasa Kondisi si kecil tak kunjung membaik. Nafasnya tak juga stabil, ruam merah di sekjur tubuhnya merata. Lagi-lagi, yang ada dalam benak adalah betapa Irhamna tengah menderita. Lembab sudah hati kami. Sebagai ibu, berada dekat dengan buah hati adalah obat tersendiri bagi Endah. Sayangnya tembok tebal ruang perawatan dengan wajah-wajah suster yang (tak) bersahabat, membuat kami segan untuk sekedar bertanya tentang kabar Irhamna. Seakan kami bertanya bukan tentang anak kami sendiri. Tapi semua tentu untuk kebiakannya. Silih berganti sahabat berdatangan menjenguk, pun tak melihat wajah Irhamna, kehadiran mereka membuat kami merasa bahwa kami banyak memiliki saudara di sini. Sungguh berarti.</p>
<p>Pekan kedua perawatan, Irhamna menunjukkan kemajuan. Tangisnya mulai mengusik para suster, dan itu berita baik. Asi mulai diberikan padanya meski harus lewat slang langsung ke kerongkongan. Betapa tak nyaman pastinya. Ada sumeringah halus di wajah Endah, menyaksikan bayi kami membaik. Semoga terus membaik. Hari ke-12, adalah kengerian yang lain. Sebelum dinyatakan boleh pulang, Irhmana harus ditransfusi darah sebanyak 40 cc karena HB nya tak kunjung naik.Bagi saya, untuk bayi sekecil itu, transfusi darah adalah hal yang mengerikan.</p>
<p>Dan tarraa.. Alhamdulillah, bahagia mendengar keputusan dokter yang merawatnya. Irhamna boleh pulang dengan begitu banyak testimony. Term and condition, dan disclaimer dari dokter tentang what should we do, selama Irhamna ada di rumah. Mirip Emak saya yang memberikan segudang petuah ketika melepas saya pergi berkemah untuk pertama kalinya. Wellcome home, Son. Sesap kembali ketiak bundamu! The most comfortable place in the world. Selamat datang kembali di kontrakan mungil kita, tempat dimana kita &#8211;mungkin&#8211; akan menghabiskan sebagian besar waktu tumbuh kembangmu.</p>
<p>Lagi, kami akan mengulanginya untukmu tentang banyak hal yang sebelumnya pernah ditanyakan Nibras pada kami. Mengenalkanmu dengan ini, dengan itu, apa ini, apa itu. dan lagi, aku akan melarangnya untukmu, tentang banyak hal yang pernah dilakukan Nibras sebelumnya. Melarangmu untuk menggigit-gigit sarung tangan, melarangmu untuk tidak menggigit-gigit piring beling dan hasrat gigit menggigitmu yang lain. Kusebut saat itu dengan masa penggigit segala <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PS: per 1 January 2010, bertepatan dengan masuknya Irhamna ke UGD RS Fatmawati, saya tidak lagi bekerja di Kantor. Otomatis waktu berselancar saya di dunia mayapun ikut tersendat. So, maafkan jika jarang hadir di milist ini.</p>
<p>Dan berikut adalah daftar nama penerima terimakasih award dari kami, atas bantuan, doa, dukungan, sms dan banyak lagi hal yang tak akan pernah terganti.<br />
1. &#8230;<br />
2. &#8230;<br />
3. &#8230;<br />
4. dst</p>
<p>Saya yakin, sahabat semua adalah salahsatu dalam deretan nama-nama tersebut.</p>
<p>http://JasaPenerbitan.com</p>
<p>http://CatatanKecil.multiply.com</p>
<p>http://Bloggaul.com/catatankecil</p>
<p>http://KangDani.wordpress.com</p>
<p>http://facebook.com/catatankecil</p>
<p>http://CatatanKecil.blogdetik.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=33&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2010/03/11/3-bulan-kemudian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Facebooknya Indonesia, Join!</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2009/12/29/facebooknya-indonesia-join/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2009/12/29/facebooknya-indonesia-join/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 08:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/2009/12/29/facebooknya-indonesia-join/</guid>
		<description><![CDATA[I want you to take a look at: Kombes.Com <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=32&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I want you to take a look at: <a href="http://gotaf.socialtwist.com/redirect?l=802617329968563588911">Kombes.Com</a> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=32&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2009/12/29/facebooknya-indonesia-join/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hiatus dan Rasa Bersalah</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2009/11/09/hiatus-dan-rasa-bersalah/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2009/11/09/hiatus-dan-rasa-bersalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 10:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[hiatus]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[vakum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini, kegiatan menulis yang saya lakukan sangat terbatas. Bahkan hampir hilang sama-sekali dalam rutinitas keseharian yang saya lakukan. Bukan tanpa sebab memang, karena kondisi yang ada dan terjadi akhir-akhir ini, mendorong saya untuk lebih fokus dan menucurahkan perhatian pada hal lain yang &#8211;dalam benak saya&#8211; dapat mendatangkan profit yang lebih real dalam kehidupan nyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=27&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-28" title="hiatus" src="http://kangdani.files.wordpress.com/2009/11/hiatus.jpg?w=600" alt="hiatus"   />Belakangan ini, kegiatan menulis yang saya lakukan sangat terbatas. Bahkan hampir hilang sama-sekali dalam rutinitas keseharian yang saya lakukan. Bukan tanpa sebab memang, karena kondisi yang ada dan terjadi akhir-akhir ini, mendorong saya untuk lebih fokus dan menucurahkan perhatian pada hal lain yang &#8211;dalam benak saya&#8211; dapat mendatangkan profit yang lebih real dalam kehidupan nyata sebagai seorang kepala keluarga. Kebutuhan hidup yang terus mendesak, duedate Endah yang sudah tidak lama lagi, persiapan operasi cesar, pasca operasi dan lain-lain adalah sebagian besar &#8211;yang saya jadikan alasan&#8211; penyebab saya tidak lagi produktif menulis. Dengan kata lain, hal-hal itu membuat saya lebih berfikir materialistis. Bahwa setiap hal yang saya lakukan harus menghasilkan profit demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut.<br />
<span id="more-27"></span><br />
Maka mulailah saya meninggalkan hal-hal yang saya anggap kontraproduktif (dalam keadaan seperti ini, saya mengartikan kontraproduktif adalah semua kegiatan yang tidak menghasilkan uang) termasuk menulis. Pun jika saya tetap harus menulis, haruslah ada imbalan untuk tulisan-tulisan tersebut. Saya mulai fokus pada hal-hal yang saya prediksikan akan menghasilkan keuntungan dan bisa menambah pundi-pundi paman gober. Sofar so good. Saya tidak merasa ada yang salah dengan keputusan saya tersebut. Tentu saja tidak, di mana letak salahnya? Saya hanya mencoba menjadi seorang ayah yang baik, seorang suami yang bertanggung jawab, seorang kepala rumah tangga yang dapat memenuhi semua kebutuhan rumah tangga keluarganya. Dan salah satu caranya yaitu dengan cara memakai kacamata profit oriented.</p>
<p>Dalam beberapa hal, pandangan itu cukup berhasil dan terbutkti mendatangkan keuntungan. Transaksi yang saya lakukan dengan beberapa orang menyisakan saldo &#8211;meski tak seberapa&#8211; di rekening. Pun hanya sekedar lewat dan menggantikan angka-angka yang hilang prematur. (Uang yang habis sebelum waktunya).</p>
<p>Berkutat dengan pandangan tersebut, ternyata membuat satu sisi kehidupan saya yang lainnya terbengkalai. Moment-moment yang menurut hati kecil saya layak diabadikan, terlewat tanpa dapat saya rekam dengan baik. Komunitas-komunitas maya yang eksistensinya tergambar lewat tulisan terlupakan begitu saja. Meski saya masih menyempatkan berinteraksi dengan membaca setiap tulisan-tulisan di dalamnya.</p>
<p>Ketika setiap kali saya membaca tulisan-tulisan mereka, yang saya anggap semakin hari semakin matang dan semakin produktif, ada semacam perasaan iri dan rasa bersalah. Iri karena melihat mereka yang juga berkutat dengan waktu tetapi masih dapat selalu menyempatkan merekam hati dan perasaannya serta berbagi. Iri karena mendapati saya yang tercukupi kesempatan untuk dapat melakukan hal yang sama, justru malah bersembunyi di balik alasan-alasan yang sebenarnya tidak masuk akal untuk melegalisasi kefakuman saya selama ini.</p>
<p>Merasa bersalah karena selama ini, saya menilai diri dari apa yang saya pikir bisa lakukan, padahal orang lain menilai saya dari apa yang sudah saya lakukan. Dan selama berhiatus ria, saya merasa tidak melakukan apa-apa. Pun saya tidak terlalu antusias mendapatkan penilaian-penilaian tersebut, tapi, bukankah hidup sebagian kecilnya adalah branding?</p>
<p>Entah sejak kapan saya harus merasa bersalah, ketika mengabaikan sesutau yang saya anggap penting dan tidak menuangkannya pada tulisan. Yang pasti, setiap kali saya membaca tulisan-tulisan Sahabat saya yang menceritakan keseharian, berbagi hikmah, atau apapun itu, saya semakin merasa tidak berlaku adil pada satu sisi hidup saya yang lain. Saya merasa sudah menyia-nyiakan kesempatan berbagi hikmah pada orang-orang yang saya anggap layak menerimanya. Perasaan berdosa itu semakin besar, ketika saya mereview kembali target-target saya agar di tahun-tahun mendatang saya sudah melahirkan buku setiap kali tahun berganti. Target yang sebetulnya sudah saya kubur dalam-dalam ketika ritme hidup saya lebih rumit daripada biasanya.</p>
<p>Terlebih, dengan berada dalam mode hiatus menjadikan saya seorang manusia yang banyak menanggung hutang. Hutang kepada beberapa sahabat yang meminta saya mengomentari cerpen-cerpennya, esainya, puisi dan banyak lagi, yang ketika mereka mengajukan tulisan-tulisan itu, saya menyanggupi dengan ringan. Tapi mode hiatus benar-benar membuat saya lalai melunasi hutang-hutang tersebut. Semoga mereka punya segudang stok pemakluman.</p>
<p>Semakin lama, perasaan bersalah itu mendorong saya untuk segera menakhiri puasa ini. Puasa dari kegiatan tulis menulis, berkomunitas, berinteraksi di milist dan lain-lain. Ya, saya memutuskan untuk menjaalani saja kerumitan hidup ini seperti biasa. Tanpa meninggalkan teraphy jiwa yang sudah sejak lama saya lakukan. Menulis. Tho dengan tetap menulis, setidaknya saya bisa banyak bercerita tentang bagaimana bangganya saya menjadi seorang Ayah. Satu sisi kecil yang membuat saya selalu tampak sumeringah, pun beban semakin menghimpit.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hiatus">*Hiatus</a></p>
<p>Jakarta, 09 November 2009</p>
<p>http://www.JasaPenerbitan.com</p>
<p>http://www.CatatanKecil.multiply.com</p>
<p>http://www.Bloggaul.com/catatankecil</p>
<p>http://www.KangDani.wordpress.com</p>
<p>http://www.facebook.com/catatankecil</p>
<p>http://www.CatatanKecil.blogdetik.com<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=27&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2009/11/09/hiatus-dan-rasa-bersalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kangdani.files.wordpress.com/2009/11/hiatus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hiatus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t Want To Miss A Thing</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2009/10/28/dont-want-to-miss-a-thing/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2009/10/28/dont-want-to-miss-a-thing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Guys, gathering tim aplikasi sore ini pkl 18.30 di Sky Dining Bricks Cafe Plangi (Plaza Semanggi) Lt. 10 &#8220; Begitu mass messeges via yahoo messenger yang dikirimkan oleh salah seorang staff finance di kantor saya kemarin sore. Fyuuh, selalu mendadak. Gerutu saya dalam hati. Selama saya bergabung dengan perusahaan IT yang berkantor di bilangan Kuningan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=17&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Guys, gathering tim aplikasi sore ini pkl 18.30 di Sky Dining Bricks Cafe Plangi (Plaza Semanggi) Lt. 10 &#8220;</p>
<p>Begitu mass messeges via yahoo messenger yang dikirimkan oleh salah seorang staff finance di kantor saya kemarin sore. Fyuuh, selalu mendadak. Gerutu saya dalam hati. Selama saya bergabung dengan perusahaan IT yang berkantor di bilangan Kuningan Jakarta Selatan ini, setidaknya sudah dua kali acara gathering dilaksanakan. Sebelumnya, saya juga tidak ikut dalam acara serupa yang diadakan terlalu malam di kawasan SCBD Sudirman. Bukan apa-apa, saya hanya berfikir, jika saya mengikuti acara tersebut maka jatah pertemuan saya dengan Nibras &#8211;anak saya&#8211; otomatis berkurang. Dan sepertinya saya tidak ingin melewatkan hal tersebut.<br />
<span id="more-17"></span><br />
Setelah pagi harinya saya memandikan Nibras, memberinya susu dalam botol dot &#8211;karena dia sudah mulai disapih karena satu dan lain hal&#8211; dan sempat bercanda sebentar, Nibras kembali lelap. Biasanya, pada waktu pagi dan malam hari selalu saya manfaatkan betul untuk dapat bermain bersamanya. Karena 8 jam ke depan saya akan berada di kantor seharian. Tapi tidak pagi itu, Nibras kembali tidur setelah mandi. Maka jeda waktu saya sebelum berangkat ke kantor hanya saya habiskan memandangi wajah lelapnya.</p>
<p>Dengan alasan itu pula, saya memutuskan tidak ikut bergabung dengan teman-teman kantor saya untuk gathering kemarin sore, karena harus segera pulang untuk dapat menemuinya sebelum ia kembali tertidur. Alhamdulillah, lelah seharian di kantor terbayar dengan pertemuan itu.</p>
<p>Sedikitpun saya tidak ingin melewatkan momen-momen berharga bersamanya, sekecil apapun. Saya akan merelakan perut  yang sedikit kekenyangan untuk ia duduki kemudian melonjak-lonjak ceria. Merelakan seluruh permukaan wajah menjadi basah oleh liurnya ketika ia bermaksud mencium saya. Menemaninya meracau tentang apapun yang ia suka.</p>
<p>Kaki mungilnya yang belum terlalu besar bahkan sering berada di wajah saya. Atau telapak kakinya yang kenyal menempel di dagu saya yang berambut untuk kemudian membuatnya terpingkal-pingkal kegelian. Lalu, setelah ia cukup lelah, Bunda akan mematikan lampu kamar, mengecilkan volume televisi, menyiapkan landasan mimpi ternyaman di dunia untuknya. Dan diapun tertidur.</p>
<p>I could stay awake just to hear you breathing<br />
Watch you smile while you are sleeping<br />
While youre far away dreaming<br />
I could spend my life in this sweet surrender<br />
I could stay lost in this moment forever<br />
Every moment spent with you is a moment I treasure</p>
<p>Dan rasa bangga menjadi seorang ayah, rasa puas untuk mengajaknya bergembira meski sebentar saya ungkapkan dengan memandanginya beberapa saat. Mendengar dengkurnya yang halus, atau jika saya sedang beruntung, saya akan melihatnya tersenyum dalam tidurnya. Bertemu si mpus mungkin. Dan pada saat-saat seperti itulah momen-momen yang paling berharga buat saya. Saat saya menyadari dia adalah keajaiban secara harfiah dan hakikat. Every moment spent with you is a moment I treasure.</p>
<p>Lalu saya teringat Tegar, bocah malang berusia 4 tahun yang harus rela menerima perlakuan biadab sang ayah yang melindaskan kaki kanannya di rell kereta api. Apa dia &#8211;si ayah biadab&#8211; tidak pernah mendapati saat-saat berharga seperti ini? Apakah dia tidak pernah merindukan si anak, hingga tak pernah sedikitpun terbersit niat menyakitinya? Atau tak pernahkah dia mendengar  Al-Qur&#8217;an menceritakan kisah-kisah kebiadaban Fir&#8217;aun, yang membunuh semua anak laki-laki Bani Israil hanya karena tak ingin dikudeta?  Atau tentang kisah saudara-saudara Nabi Yusuf as. yang tega mengkhianatinya hanya karena rasa cemburu semata? Atau tentang kecintaan Nabi Ibrahim as. pada putranya Ismail?</p>
<p>Atau dialah yang telah ditulikan telinganya, dibisukan lidahnya, dan dibutakan matanya? Membayangkan kaki kecil Tegar rebah di rell kereta api dan terlindas, saya menangis. Membayangkan ayahnya yang lari setelah Tegar terluka, Ya Robb, dia lari.. dia lari dari hal yang seharusnya ia lindungi? Ingin kusambarkan petir padanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu melihat kaki kecil Nibras yang rapuh, wajahnya yang bulat dan bersih, membuat hati saya bersujud lama, merenung dan mensyukuri kehadirannya. Mendekati hingga detak jantungnya terdengar, mencoba membaca apa yang ia mimpikan. Mencium matanya yang pejam erat, dan kembali bersyukur atas kebersamaan ini.</p>
<p>lying close to you feeling your heart beating,<br />
and i wondering what your dreaming,<br />
wondering if it&#8217;s me your seeing,<br />
and then i kiss your eyes and thank god we&#8217;re together,<br />
i just want to stay with you in this moment forever&#8230;</p>
<p>~Aerosmith ~</p>
<p>Depok 14 July 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=17&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2009/10/28/dont-want-to-miss-a-thing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Kernet Hingga Wikipedia</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2009/08/13/dari-kernet-hingga-wikipedia/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2009/08/13/dari-kernet-hingga-wikipedia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 10:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kernet]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[wikipedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak pekerjaan yang pernah saya lakoni, salah satunya adalah menjadi kernet angkot. Yup, sekitar 9 tahun ke belakang, pada awal-awal tahun 2000, saya pernah menjalani profesi tersebut. Peralihan ketahanan pangan dan finansial yang terjadi pada keluarga saya, membuat kami sekeluarga harus melakukan apa saja untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup. Jika mencari penguatan terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=14&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Dari sekian banyak pekerjaan yang pernah saya lakoni, salah satunya adalah menjadi kernet angkot. Yup, sekitar 9 tahun ke belakang, pada awal-awal tahun 2000, saya pernah menjalani profesi tersebut. Peralihan ketahanan pangan dan finansial yang terjadi pada keluarga saya, membuat kami sekeluarga harus melakukan apa saja untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Jika mencari penguatan terhadap istilah profesi bagi seorang kernet, maka bisa dirunutkan sedemikian rupa: Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan<span style="font-weight:bold;margin:0;padding:0;">pelatihan</span> dan<span style="font-weight:bold;margin:0;padding:0;"> penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus</span>. Suatu profesi biasanya memiliki <span style="font-weight:bold;margin:0;padding:0;">asosiasi profesi, kode etik</span>, serta <span style="font-weight:bold;margin:0;padding:0;">proses sertifikasi</span> dan<span style="font-weight:bold;margin:0;padding:0;">lisensi</span> yang khusus untuk bidang profesi tersebut. (Wikipedia)</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;"><br />
</span></p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Setelah sejak lama Bapak saya menjadi sopir taksi, yang lumayan berhasil menghidupi keluarga  dengan layak, karena –saat itu belum terlalu banyak taksi di Jakarta– Bapak yang saat itu terpikirkan untuk berhenti menjadi sopir taksi dan beralih menjadi sopir angkot di kampung halaman, akhirnya melego satu buah mobil ex taksinya. FYI, perusahaan taksi tempat Bapak saya bekerja, memberlakukan sistem kredit untuk setiap pengemudinya. Jadi, setoran harian yang diserahkan kepada perusahaan sudah termasuk cicilan kredit untuk taksi tersebut.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;"><span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">Taraaaa..</span> satu buah angkot <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">second</span>pun menjadi milik keluarga kami saat itu. Sebetulnya, pilihan ini tidak terlalu cerdas, mengingat perbandingan pendapatan sopir taksi dan sopir angkot tentu jauh berbeda. Yang saya dengar dari cerita Bapak, seharian mengelilingi Jakarta dengan taksi dapat menghasilkan uang minimal Rp 100.000 bersih. Tentu jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan pendapatan sopir angkot di jalanan utama kampung kami yang paling besar satu hari bisa menghasilkan uang minimal Rp 25.000. Tapi dengan keyakinan luar biasa, Bapak saya berkata: <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">“Rejekimah Alloh nu ngatur. Moal pahili”</span> (Rezeki Alloh yang mengatur, tidak akan tertukar). Dan itu menjadi mantera pamungkas yang berhasil menenangkan kegelisahan Ummi dan Kakak saya.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Selepas dari SMP pada pertengahan 1997, sambil menanti liburan kelulusan untuk naik jenjang ke SMU, saya didaulat untuk menjadi kernet angkot oleh Bapak.<span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">“Daripada nonton tipi wae, mending ilu narik”</span> katanya. (Daripada nonton TV terus, lebih baik ikut ‘narik’).</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;"><span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">“Karacaaak.. Karacaaak.. Purasedaa..”</span> Akhirnya saya bergelantungan juga di pintu angkot. Meneriakkan angkot <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">main direction</span>. Tanpa perlu menguasai pengetahuan dan diklat khusus di kawasan semi militer, saya dapat dengan mudah menguasai teknik menjadi kernet. <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">Keyword</span> pertama dari sebuah profesipun gugur. Kernet bukan lah sebuah profesi. Hiks. Entah jika ketahanan tubuh saya pada angin menjadi  salah satu persyaratan sebuah profesi. Tapi saya tidak putus harapan, semoga ada hal-hal lain dari pekerjaan ini yang memiliki benang merah dengan syarat sebuah profesi menurut Wikipedia ini <img style="max-width:95%;float:none;background-image:initial;background-repeat:initial;background-attachment:initial;background-color:transparent;background-position:initial initial;border:0 solid #333333;margin:0;padding:0;" src="http://catatankecil.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /></span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Karacak dan Puraseda yang saya teriakkan adalah sebuah desa di pertengahan kecamatan, dan satunya lagi nun jauh di sana. Dengan kondisi jalan berlubang yang tiada ampun, yang jika hari turun hujan, kita tidak bisa membedakan mana jalur angkot, mana selokan, dan mana areal persawahan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Semuanya tertutup  air berwarna kecoklatan. <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">“Genep opaat geneep opaat!”</span> (enam empat enam empaat!). Instruksi terlazim yang senantiasa saya dengar dari kernet senior lainnya. Pun jumlah maksimal penumpang yang bisa diangkut di dalamnya hanya 9 setengah orang. Karena kursi di dekat pintu tak tuntas menjulur kedepan.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;font-weight:bold;margin:0;padding:0;">Percaya Diri</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Tidak pernah sekalipun saya merasa tidak PD ketika saya menjalani profesi sebagai kernet. Bahkan, saya menjalaninya dengan optimis –untuk tidak mengatakan narsis– sekali. Betapa tidak, angkot Bapak selalu sarat penumpang. Terutama anak-anak sekolah pada jam-jam pulang sekolah tentunya.  Salah satu penumpang anak sekolah adalah tetangga saya. Darinya pula saya mengetahui bahwa ternyata, banyak anak-anak perempuan baik SMP maupun SMU titip salam buat saya. Bahkan ada yang sampai kirim surat cinta. OMG. Betapa GRnya saya saat itu. Jarang-jarang lho ada kernet jadi Idola. *Ahiiks..*</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;font-weight:bold;margin:0;padding:0;">Suka duka Kernet</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Tentu saja, jika rit demi rit (sebutan untuk perjalanan PP angkot, dari terminal awal hingga terminal akhir) mendapatkan penumpang yang silih berganti. Karena sesuai dengan sebuah peribahasa <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">“turun satu naik seribu”</span>. Satu orang penumpang turun lalu berganti penumpang lainnya lebih menguntungkan daripada penumpang yang sama naik sejak awal dan turun di akhir perjalanan.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Hujan adalah masa paceklik bagi sopir angkot di kampung saya. Karena biasanya, orang-orang malas berpergian pada waktu hujan. Alamat saya akan menggigil kedinginan sepanjang hari. <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">Baju satu kering di badan.. Hai baju satu kering di badan.</span>Hiks, Bang Haji Rhoma seakan tak peduli perasaan saya saat itu.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;font-weight:bold;margin:0;padding:0;">Tidak Ada Asosiasi Perkernetan Nusantara, Kode Etik, Setifikasi dan Lisensi</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Tak ada empati atau kepekaan ber-asah, asih, asuh dalam dunia kernet. Kami berjuang sendiri-sendiri demi memenuhi ruang kosong tubuh angkot. Tak jarang, kami berebutan penumpang di terminal. Bahkan, seorang kernet senior yang saya kenal sempat adu jotos dengan kernet lainnya hanya kerana pilihan penumpang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan si kernet. Rupanya, perbedaan pendapat dalam hal ini tidak menjadi rahmat bagi para kernet, sebaliknya berarti musibah, karena angkotnya terancam kerontang. Bukti bahwa tidak ada rasa kekeluargaan diantara kernet di kampung saya. Apatah lagi sebuah asosiasi kernet Karacak Puraseda? Hiks, <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">keyword</span> selanjutnya gugur. Tidak ada asosiasi profesi perkernetan nusantara.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Selain yel-yel enam empat enam empat, dan membayar uang jalur yang entah apa dasar hukumnya, saya tidak mendapati macam-mcam kode etik lain seperti yang terdapat dalam gerakan Pramuka. Tidak ada dasadharma dan tristya, tidak ada<span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">dresscode</span>, ataupun sensitifitas kemanusiaan. Pun para penumpang angkot sudah menutup hidung, ketika salah satu kernet senior –yang tidak pernah tahu arti deodorant– menggunting (istilah untuk meminta ongkos kepada penumpang) satu persatu, dengan ketiak terbuka lebar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tidak ada kode etik dalam perkernetan ini.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Yang lebih mengejutkan, Bustomi, salah satu kernet senior yang sudah malang melintang di terminal, dan tidak ada yang berani <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">nyodok</span> (istilah untuk angkot yang mengambil jatah penumpang angkot yang <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">ngetem</span>) di depan hidungnya, ternyata sama sekali tidak lulus sekolah dasar. <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">How come?</span> Jika saya menjadi kernet ketika baru saja lulus SMP, adalah wajar karena sopir angkotnya orang tua saya sendiri, KKN berpengaruh besar dalam hal ini. Tapi Bustomi? Siapapun koneksinya, pastilah ia orang yang sangat <span style="font-style:italic;margin:0;padding:0;">powerfull</span> sehingga tanpa selembar ijazahpun dia bisa melenggang menjadi seorang kernet senior yang disegani. Hebat! Bukti lain bahwa sertfikasi dan lisensi tidak berpengaruh banyak dalam hal ini.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;">Dan itu ada menjadi sebuah kesimpulan, bahwa kernet bukanlah sebuah profesi. Hiks.</p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;margin:0;padding:0;">Namun demikian, demi melihat betapa tercukupinya hidup tetangga saya dengan penghasilan Suaminya yang seorang kernet, wisudanya seorang kawan yang ayahnya seorang kernet, bersihnya pakaian jama’ah jum’at yang baru saja rehat meng-kerneti, saya merasa harus merevisi definisi profesi yang ada di Wikipedia, hati, pikiran dan pandangan seseorang tentang profesi. Apapun itu, kernet sekalipun.</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;font-style:italic;font-weight:bold;margin:0;padding:0;">Jakarta,  13 Agustus 2009</span></p>
<p style="margin:1em 0;padding:0;"><span style="font-family:tahoma, 'new york', times, serif;font-weight:bold;color:#a2a2a2;margin:0;padding:0;">Dani Ardiansyah</span><br style="margin:0;padding:0;" /><a style="text-decoration:none;color:#ff9b2a;margin:0;padding:0;" rel="nofollow" href="http://www.jasapenerbitan.com/" target="_blank"><span style="font-weight:bold;color:#a2a2a2;margin:0;padding:0;">www.JasaPenerbitan.com</span></a><br style="margin:0;padding:0;" /><a style="text-decoration:none;color:#ff9b2a;margin:0;padding:0;" rel="nofollow" href="http://www.catatankecil.multiply.com/" target="_blank"><span style="font-weight:bold;color:#a2a2a2;margin:0;padding:0;">www.CatatanKecil.Multiply.com</span></a></p>
<p><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=14&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2009/08/13/dari-kernet-hingga-wikipedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatankecil.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Ibu</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/21/tentang-ibu/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/21/tentang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 12:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, &#8220;Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Ibumu! Ia bertanya lagi, &#8220;Lalu siapa?&#8221; Rasul menjawab lagi, Ibumu!&#8221; Ia balik bertanya, &#8220;Siapa lagi?&#8221; Rasul kembali menjawab, &#8220;Ibumu!&#8221; Ia kembali bertanya, &#8220;Lalu siapa lagi?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Bapakmu!&#8221; (Dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Bukhari-Muslim). ======= ~DA- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=11&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><em><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">dan bertanya kepada beliau, </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">&#8220;Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli?&#8221; </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Beliau menjawab, &#8220;Ibumu! Ia bertanya lagi, </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">&#8220;Lalu siapa?&#8221; Rasul menjawab lagi, Ibumu!&#8221; </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Ia balik bertanya, &#8220;Siapa lagi?&#8221; </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Rasul kembali menjawab, &#8220;Ibumu!&#8221; </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Ia kembali bertanya, &#8220;Lalu siapa lagi?&#8221; </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">Beliau menjawab, &#8220;Bapakmu!&#8221; </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">(Dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">(Bukhari-Muslim).</span></em></p>
<p style="text-align:left;"><em><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">=======<br />
</span></em></p>
<p style="text-align:left;"><strong>~DA-</strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Pada sebuah <span style="font-style:italic;">meeting kick off </span>dengan <span style="font-style:italic;">client</span> di sebuah gedung pemerintahan di daerah Jl. Gatot Subroto, Jakarta, saya manyaksikan bagaimana karakter dari seorang ibu yang sungguh juh berbeda dengan ibu, yang selama ini saya kenal.</p>
<p> <span id="more-11"></span><br />
Sebuah ruangan luas berbentuk persegi panjang dengan meja oval dan jajaran kursi empuk, serta <span style="font-style:italic;">microphone</span> di depan setiap peserta rapat. Beberapa orang yang dilihat dari penampilan menandakan kedudukannya di dalam ruangan tersebut, tampak sibuk dengan komunikator, dan laptop mereka. Beberapa orang lagi, masih sibuk menerima telepon. Dan sebagian besar yang mendominasi ruangan tersebut, tentu saja tidak serapi mereka. Sebagian besar dari kami adalah para programer -tidak termasuk saya- yang tergabung dalam sebuah perusahaan IT yang mendapatkan tender dari sebuah badan penanaman modal pemerintahan. Dan hari ini adalah rapat besar antara swasta dan pemerintah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada sebuah kursi di salah satu sudut meja oval tersebut, seorang Ibu dengan penampilan modis kebanyakan orang kantoran, sibuk mempersiapkan laptopnya. Usianya sekitar 30an akhir, wajahnya tegas, rambut sebahunya dibiarkan lepas. Dengan cepat, laptop mungilnya segera terintegrasi dengan projector yang sudah siap sejak tadi. Lalu saya teringat ibu saya, yang hingga sekarang masih saja bingung menggunakan HP Nokia seri 33nya yang sederhana.</p>
<p>Kembali ke ruangan rapat. Seorang laki-laki muda membuka rapat dengan formal. Beberapa orang memulai presentasinya. Bergantian. Dan beberapa kali juga interupsi datang dari Ibu tadi. Suaranya yang  <span style="font-style:italic;">messo-sopran</span> bisa jadi yang paling keras di ruangan  tersebut. Ketika dia bicara, semuanya mendengarkan. Bahasanya santun dan cerdas, dia mengetahui istilah-istilah teknologi, bisnis <span style="font-style:italic;">developement</span>, <span style="font-style:italic;">project plan</span> dan banyak lagi. &#8220;Semuanya harus sudah final pekan ini, karena lusa saya harus <span style="font-style:italic;">kick off </span>di ausie&#8221; komentarnya. Hmm, perempuan yang <span style="font-style:italic;">mobile</span>.</p>
<p>Lalu Saya teringat ibu, yang bahkan tak tahu jalan Pulang ke kampung halamannya di daerah Bandung sana. Jangankan <span style="font-style:italic;">High Technologi,</span> untuk mengganti gas LPGnya yang sudah habis, dia selalu meminta bantuan kakak saya untuk melepaskan selang dari kepala tabungnya.</p>
<p>Ibu modis tadi piawai sekali mencari celah untuk menginterupsi rekan saya, yang sedang mempresentasikan <span style="font-style:italic;">project flow</span> dari kontrak kerja tersebut. Dia &#8220;membantai&#8221; semuanya. Rekannya yang lain tampak mengangguk puas dan mengiyakan semua interupsinya. Semua <span style="font-style:italic;">counter wordnya</span> terasa begitu ampuh dan menyihir kami (<span style="font-style:italic;"> project</span> <span style="font-style:italic;">developer</span>) untuk mengangguk menuruti semua requestnya yang tidak berperikeprogrameran.</p>
<p>Lalu saya teringat ibu saya, yang seringkali mengakhiri debat panjangnya dengan urai air mata. Pun perdebatan itu hanya tentang perkakas kebun Bapak yang lupa dimana ditaruhnya, bukan tentang analisa investor terhadap peluang investasi di indonesia. Atau bahkan hanya tentang larangan Bapak saya agar Ibu tidak membuang air bekas rendaman cucian yang sarat deterjen ke kolam ikan lelenya. Bukan tentang aplikasi berbasis html untuk mem<span style="font-style:italic;">build</span> sebuah portal.</p>
<p>Hari yang sama pada sebuah sore yang padat, di tengah kemacetan Jl. Raya Mampang menuju Buncit Raya, tepat di depan sebuah gedung Perkantoran Republika, saya memusatkan pandangan keluar jendela metromini yang berjalan lamban, seorang ibu dengan postur tubuh gemuk agak membungkuk, sebuah plastik kresek di tangan kanannya, berjalan tergopoh-tergopoh menuju ke arah metromini yang saya tumpangi. Matanya sesekali menatap ke arah mobil-mobil mewah yang melaju pelan, tatapan matanya seolah berkata &#8220;Stop,orang kaya sombong! ibu tua miskin ini mau lewat! Beri aku ruang!&#8221;.</p>
<p>Matanya kembali nyalang ketika tepat di depan pintu metromini, seorang bocah dengan kaus belelnya sedang fokus bernyanyi dengan botol yakult berisi pasir. Tatapan nyalangnya seakan berkata &#8220;Huh, bocah sial! Selalu saja mendahuluiku!&#8221;. Persaiangan jalanan. Dia kembali menyebrang, melewati mobil-mobil yang menunggu lampu segera berganti hijau. Saya masih memperhatikannya. &#8220;Hentikan klakson bodohmu itu hai orang kaya, tidak tahukah jika jatah makan malamku sudah diambil bocah tengik itu?&#8221; Matanya mengerling kembali ke arah metromini yang saya tumpangi, kali ini kami bersibobrok pandang &#8221; katakan pada bocah itu, lampu merah ini daerah kekuasaanku&#8221; pesan sorot matanya pada saya.</p>
<p>Lalu saya teringat ibu saya, yang setiap pekan selalu menunggu kiriman Bapak yang hanya seorang sopir taksi di Jakarta. Beruntung dia tinggal di desa, yang meskipun miskin, keanggunan desa masih bisa meredam kebutuhan kami.</p>
<p>Dalam satu hari saya menemukan dua karakter ibu yang jauh berbeda. Ibu saya, tidak sedikitpun mendekati karakter dan kecerdasan Ibu di ruang meeting oval tadi. Tidak juga sedikitpun seperti ibu yang tergopoh-gopoh mendatangi metromini, yang kemudian menghardik bocah pengamen saingannya. Ibu saya hanya seorang biasa yang terlalu istimewa untuk saya cari padanannya, pun dia bukan seorang yang selalu mengerti saya setiap saat. Terlepas dari semua kekurangannya sebagai seorang ibu, dia adalah seseorang yang bahkan Nabi Muhammad memuliakannya tiga kali<span style="font-family:arial;">.</span><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=11&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/21/tentang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Ruang Kantor] Dinamika Baru</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/17/ruang-kantor-dinamika-baru/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/17/ruang-kantor-dinamika-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 04:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kangdani.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[~DA~ Saya bekerja pada sebuah perusahaan IT yang biasa membuat aplikasi java untuk handphone. Nama perusahaan tersebut adalah I-Moov Mobile Solution. Posisi saya di perusahaan tersebut adalah sebagai staf content developement. Tugasnya adalah bertanggung jawab atas konten yang nantinya bisa diakses oleh user. Bukan content provider. Kantornya berada di daerah Radio Dalam Jakarta Selatan. Dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=7&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>~DA~</strong></p>
<p>Saya bekerja pada sebuah perusahaan IT yang biasa membuat aplikasi java untuk handphone. Nama perusahaan tersebut adalah I-Moov Mobile Solution. Posisi saya di perusahaan tersebut adalah sebagai staf content developement. Tugasnya adalah bertanggung jawab atas konten yang nantinya bisa diakses oleh user. Bukan content provider. Kantornya berada di daerah Radio Dalam Jakarta Selatan.</p>
<p>Dua pekan yang lalu, ada sebuah perusahaan IT lain yang berada di daerah Kuningan Timur, Jakarta Selatan, dekat gedung Cyber: Gedung Raudha namanya. Perusahaan tersebut membeli SDM pada perusahan tempat saya bekerja, perusahaan itu mendapat proyek tender dari sebuah badan investasi yang dibentuk oleh pemerintah. Semua karyawan di tempat saya bekerja sebelumnya dialih tugaskan semuanya ke perusahaan baru tersebut. Dan status kami sekarang adalah sebagai karyawan baru di sana. Posisi saya sekarang sebagai Technical Writer.<br />
<span id="more-7"></span><br />
Pekan ke dua saya bekerja di kantor yang baru, belum juga menemukan ritme yang selaras dan nyaman. Effort yang saya rasakan pun menjadi lebih besar: jarak tempuh yang lebih jauh, ongkos transportasi yang semakin besar, belum ada jobdesk yang jelas dari atasan saya mengenai apa yang harus saya kerjakan, dan banyak yang lainnya.</p>
<p>Tapi saya suka sesuatu yang baru. Hal baru membuat saya belajar, bercermin dan berfikir.Seperti saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru, hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi begitu seminggu berlalu, akan mulai tumbuh kebosanan. Tak jauh beda dengan kita orang dewasa dan pekerjaan yang kita geluti.</p>
<p>Saya berharap dapat segera mengatasi rasa bosan tersebut. Apalagi ketika menghadapi kemacetan saat perjalanan berangkat ke kantor. beeuh, rasanya ingin sekali jadi orang kaya dan ga usah ada di Jakarta. cukup di Bogor dan menikmati kesejukannya. Someday.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=7&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/17/ruang-kantor-dinamika-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sua kita</title>
		<link>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/16/hello-world/</link>
		<comments>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 05:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin larut dalam cerita. Biar siapa saja bisa terkesima. Tak ada yang istimewa, hanya saja dunia terlalu mempersona untuk saya simpan sendiri. Maka teciptalah sua kita di sini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=1&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin larut dalam cerita. Biar siapa saja bisa terkesima. Tak ada yang istimewa, hanya saja dunia terlalu mempersona untuk saya simpan sendiri. Maka teciptalah sua kita di sini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kangdani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kangdani.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kangdani.wordpress.com&amp;blog=5865842&amp;post=1&amp;subd=kangdani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kangdani.wordpress.com/2008/12/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc9c4c8ecbad0dae97542c1b6392b4eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kangdani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
