3 Bulan Kemudian
Tanggal 6 Maret kemarin, menggenapkan 3 bulan usia Irhamna. Bayi ke-2 kami yang belianya sudah sedemikian warna-warni. Tak pernah menyangka flu ringan bisa menjadi sedemikian hebat untuknya. 13 hari yang mendung, di langit dan di hati kami. Adrenalin hidup kami yang teramat, mungkin saat itu. Semoga tak lagi ada.
Read more…
Facebooknya Indonesia, Join!
I want you to take a look at: Kombes.Com
Don’t Want To Miss A Thing
“Guys, gathering tim aplikasi sore ini pkl 18.30 di Sky Dining Bricks Cafe Plangi (Plaza Semanggi) Lt. 10 “
Begitu mass messeges via yahoo messenger yang dikirimkan oleh salah seorang staff finance di kantor saya kemarin sore. Fyuuh, selalu mendadak. Gerutu saya dalam hati. Selama saya bergabung dengan perusahaan IT yang berkantor di bilangan Kuningan Jakarta Selatan ini, setidaknya sudah dua kali acara gathering dilaksanakan. Sebelumnya, saya juga tidak ikut dalam acara serupa yang diadakan terlalu malam di kawasan SCBD Sudirman. Bukan apa-apa, saya hanya berfikir, jika saya mengikuti acara tersebut maka jatah pertemuan saya dengan Nibras –anak saya– otomatis berkurang. Dan sepertinya saya tidak ingin melewatkan hal tersebut.
Read more…
Dari Kernet Hingga Wikipedia
Dari sekian banyak pekerjaan yang pernah saya lakoni, salah satunya adalah menjadi kernet angkot. Yup, sekitar 9 tahun ke belakang, pada awal-awal tahun 2000, saya pernah menjalani profesi tersebut. Peralihan ketahanan pangan dan finansial yang terjadi pada keluarga saya, membuat kami sekeluarga harus melakukan apa saja untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup.
Jika mencari penguatan terhadap istilah profesi bagi seorang kernet, maka bisa dirunutkan sedemikian rupa: Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkanpelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi danlisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. (Wikipedia)
Tentang Ibu
Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli?” Beliau menjawab, “Ibumu! Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab lagi, Ibumu!” Ia balik bertanya, “Siapa lagi?” Rasul kembali menjawab, “Ibumu!” Ia kembali bertanya, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, “Bapakmu!” (Dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Bukhari-Muslim).
=======
~DA-
Pada sebuah meeting kick off dengan client di sebuah gedung pemerintahan di daerah Jl. Gatot Subroto, Jakarta, saya manyaksikan bagaimana karakter dari seorang ibu yang sungguh juh berbeda dengan ibu, yang selama ini saya kenal.
Belakangan ini, kegiatan menulis yang saya lakukan sangat terbatas. Bahkan hampir hilang sama-sekali dalam rutinitas keseharian yang saya lakukan. Bukan tanpa sebab memang, karena kondisi yang ada dan terjadi akhir-akhir ini, mendorong saya untuk lebih fokus dan menucurahkan perhatian pada hal lain yang –dalam benak saya– dapat mendatangkan profit yang lebih real dalam kehidupan nyata sebagai seorang kepala keluarga. Kebutuhan hidup yang terus mendesak, duedate Endah yang sudah tidak lama lagi, persiapan operasi cesar, pasca operasi dan lain-lain adalah sebagian besar –yang saya jadikan alasan– penyebab saya tidak lagi produktif menulis. Dengan kata lain, hal-hal itu membuat saya lebih berfikir materialistis. Bahwa setiap hal yang saya lakukan harus menghasilkan profit demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut.